Sejarah Hidup Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Ust. Abu Muawiah

Di antara para mujaddid (pembaru) tersebut adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani Ad-Dimasyqi Al-Hanbali. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat-Nya yang luas dan menempatkan beliau di dalam surga-Nya.

Nasab dan Kelahiran
Beliau adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani. Nasab beliau berujung pada kabilah ‘Arab Qaisiyah dari Bani Numair bin ‘Amir bin Sha’sha’ah dari Qais ‘Ailan bin Mudhar. Adapula yang mengatakan dari Bani Sulaim bin Manshur dari Qais ‘Ailan bin Mudhar.1 Baca selebihnya »

Fase Kehidupan Manusia

Penulis: buletin al-ilmu

Pendahuluan

Saudaraku seiman, semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa merahmati kita semua. Baru saja kita meninggalkan tahun 1432 Hijriyyah. Tak terasa usia kita telah bertambah. Namun saudaraku, sadarkah kita bahwa umur kita telah berkurang dan kematian semakin mendekati kita?

Sehingga seorang yang cerdas dia akan berusaha mengevaluasi dirinya. Dia melihat kekurangan yang ada pada masa lalunya untuk kemudian berusaha memperbaikinya pada masa-masa mendatang.

Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman (yang artinya):

“Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah Kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.”(Ar-Rum: 54) Baca selebihnya »

Wanita Hitam Pemetik Surga

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Ustadz Abu Adib

Alhamdulillahi Robbil’alamin…segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memberikan kemudahan kepada kami untuk menulis risalah yang singkat ini. Para pembaca yang mulia, judul risalah diatas mengingatkan pada kita semua tentang kisah wanita hitam dimasa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan oleh ‘atha’ bin Abi Rabah, dia berkata: “Telah berkata kepadaku Abdullah bin Abbas: “maukah engkau aku perlihat seorang wanita penghuni surga?” maka aku berkata : “tentu!”. Kemudian ‘Abdullah berkata: “Wanita hitam dia pernah mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu ia berkata: “ aku kena penyakit ‘usro’u (ayan/epilepsy), jikalau penyakitku kambuh auratku tersingkap. Maka do’akanlah kepada Allah agar sembuh penyakitku”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “jikalau aku do’akan kepada Allah, pasti kamu akan sembuh. Akan tetapi jikalau kamu sabar maka bagimu surga”. Maka wanita hitam itu berkata: “Ashbiru (aku akan sabar), akan tetapi do’akan kepada Allah agar tiap kali kambuh penyakitku, auratku tidak tersingkap”. Maka Nabi pun mendo’akannya sehingga tiap kali kambuh, Allah Ta’ala menjaga auratnya. Baca selebihnya »

Buta Dan Tuli

Bagi kita yang diberi badan sehat dan normal, semestinya senantiasa mensyukuri nikmat ini. Sebab, nikmat berupa fisik yang sehat tanpa cacat tidak bisa kita nilai dengan apa pun. Sebagian manusia ada yang Allah beri ujian dengan cacat tubuh yang menimpanya. Baik sejak lahir maupun terjadi karena peristiwa tertentu. Itu semua atas kehendak Allah dalam rangka menguji hamba-Nya siapa yang bersabar dan siapa yang tidak sabar. Baca selebihnya »

Kemuliaan Ilmu

Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, ”Cukuplah sebagai kemuliaan ilmu, orang yang bodoh pun mengaku-aku memilikinya. Ia juga senang disebut sebagai orang yang berilmu. Cukup pula sebagai celaan terhadap kebodohan, orang yang bodoh sekalipun menghindar dan berlepas diri darinya, ia juga akan marah apabila dikatakan sebagai orang yang bodoh.” [Riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’]. Demikianlah adanya, ilmu memiliki kedudukan yang tinggi bahkan mutlak dibutuhkan dalam kehidupan. Dari sinilah, banyak orang yang rela mengorbankan harta, waktu, dan tenaga untuk mendapatkannya.

Menuntut ilmu syar’i adalah ibadah yang paling mulia. Bagaimana tidak, ilmu adalah syarat keabsahan niat dan seluruh amalan baik lahir dan bathin. Yang menegaskan hal ini pula, Allah banyak menyebutkan keutamaan ilmu dalam Al Quran, demikian juga Rasulullah dalam hadits-hadits beliau. Tidaklah heran Sufyan bin Sa’id Ats Tsauri v mengatakan, ”Tidak ada amalan yang lebih afdhal dari pada menuntut ilmu apabila benar niatannya.”. [Riwayat Abu Umar ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi]. Imam Ahmad v juga pernah mengatakan,” mempelajari ilmu dan mengajarkannya adalah amalan yang lebih afdhal daripada jihad dan ibadah-ibadah yang bersifat sunah lainnya.” [Hasyiyah Tsalatsatul Ushaul]. Wejangan yang semakna banyak sekali disampaikan oleh para ulama, seperti Imam Malik dan Imam Syafi’i. Baca selebihnya »

Mode yang di Haramkan

بسم الله الرحمن الرحيم

Pembaca yang budiman, tidak salah jika sekarang ini dikatakan bahwa hampir setiap manusia telah mengenal dan mengadopsi gaya hidup orang-orang barat. Tidak hanya orang yang sudah dewasa, tetapi remaja dan bahkan anak-anak. Kehidupan mereka telah bayak terkontaminasi dengan budaya barat. Mulai dari gaya hidup dan fashion sampai dengan cara bersolek. Betapa tidak, televisi, koran, dan sejenisnya senantiasa memberikan tempat untuk membahas masalah tren barat yang banyak bertentangan dengan Islam. Lalu, bagaimana dengan kaum muslimin? Patutkah mereka mengikutinya? Tidakkah mereka mengetahui, bahwa agama mereka telah menetapkan batasan-batasan dalam “bersolek” ini? Kita harus menyadari bahwa ada hal-hal yang wajib kita hindari demi menjaga martabat kita sebagai manusia yang mulia dan menghindarkan diri dari murka Allah . Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.