Meraih Pahala yang tak Terbatas dengan Sabar

Oleh: Abu Umar Al Bankawy

Sabar adalah salah satu karakteristik yang wajib dimiliki oleh seorang muslim. Di dalam Al Qur’an, Allah memerintahkan kita untuk bersabar. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200) Baca selebihnya »

Membudayakan Rasa Malu

Penulis : buletin al-ilmu

Para pembaca yang berbahagia, di antara fitrah manusia adalah mendambakan figur atau sosok teladan yang akan mereka contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena yang demikian sangat jelas terlihat pada kawula muda. Karena masa-masa mereka adalah masa mencari jati diri. Namun sangat disayangkan, kebanyakan mereka salah dalam memilih figur yang akan mereka tiru. Karena figur yang mereka pilih sangat jauh dari tuntunan agama. Hal itu tidak adanya kemampuan pada mereka dalam memilih figur yang sesuai dengan tuntunan agama. Atau dengan kata lain, tidak memiliki filter untuk memilih figur yang tepat. Selaku umat Islam, tentu figur utama kita adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Baca selebihnya »

Sejarah Hidup Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Ust. Abu Muawiah

Di antara para mujaddid (pembaru) tersebut adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani Ad-Dimasyqi Al-Hanbali. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat-Nya yang luas dan menempatkan beliau di dalam surga-Nya.

Nasab dan Kelahiran
Beliau adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani. Nasab beliau berujung pada kabilah ‘Arab Qaisiyah dari Bani Numair bin ‘Amir bin Sha’sha’ah dari Qais ‘Ailan bin Mudhar. Adapula yang mengatakan dari Bani Sulaim bin Manshur dari Qais ‘Ailan bin Mudhar.1 Baca selebihnya »

Fase Kehidupan Manusia

Penulis: buletin al-ilmu

Pendahuluan

Saudaraku seiman, semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa merahmati kita semua. Baru saja kita meninggalkan tahun 1432 Hijriyyah. Tak terasa usia kita telah bertambah. Namun saudaraku, sadarkah kita bahwa umur kita telah berkurang dan kematian semakin mendekati kita?

Sehingga seorang yang cerdas dia akan berusaha mengevaluasi dirinya. Dia melihat kekurangan yang ada pada masa lalunya untuk kemudian berusaha memperbaikinya pada masa-masa mendatang.

Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman (yang artinya):

“Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah Kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.”(Ar-Rum: 54) Baca selebihnya »

Wanita Hitam Pemetik Surga

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Ustadz Abu Adib

Alhamdulillahi Robbil’alamin…segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memberikan kemudahan kepada kami untuk menulis risalah yang singkat ini. Para pembaca yang mulia, judul risalah diatas mengingatkan pada kita semua tentang kisah wanita hitam dimasa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan oleh ‘atha’ bin Abi Rabah, dia berkata: “Telah berkata kepadaku Abdullah bin Abbas: “maukah engkau aku perlihat seorang wanita penghuni surga?” maka aku berkata : “tentu!”. Kemudian ‘Abdullah berkata: “Wanita hitam dia pernah mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu ia berkata: “ aku kena penyakit ‘usro’u (ayan/epilepsy), jikalau penyakitku kambuh auratku tersingkap. Maka do’akanlah kepada Allah agar sembuh penyakitku”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “jikalau aku do’akan kepada Allah, pasti kamu akan sembuh. Akan tetapi jikalau kamu sabar maka bagimu surga”. Maka wanita hitam itu berkata: “Ashbiru (aku akan sabar), akan tetapi do’akan kepada Allah agar tiap kali kambuh penyakitku, auratku tidak tersingkap”. Maka Nabi pun mendo’akannya sehingga tiap kali kambuh, Allah Ta’ala menjaga auratnya. Baca selebihnya »

Buta Dan Tuli

Bagi kita yang diberi badan sehat dan normal, semestinya senantiasa mensyukuri nikmat ini. Sebab, nikmat berupa fisik yang sehat tanpa cacat tidak bisa kita nilai dengan apa pun. Sebagian manusia ada yang Allah beri ujian dengan cacat tubuh yang menimpanya. Baik sejak lahir maupun terjadi karena peristiwa tertentu. Itu semua atas kehendak Allah dalam rangka menguji hamba-Nya siapa yang bersabar dan siapa yang tidak sabar. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.