Shahihkah Hadits Menuntut Ilmu Walau Sampai Ke Cina?

Oleh Abu Muawiah

أُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ‏‎ ‎باِلصِّيْنِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil (4/118), Al- Uqaily dalam Adh-Dhu’afa` (2/230), Al-Khathib dalam Tarikhul Baghdad (9/364), Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal (1/241) dan Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (1/7-8), semuanya dari jalan Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman dari Anas bin Malik dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam-.
Sebab lemahnya hadits ini adalah Abu Atikah. Al-Uqaily berkata “Dia adalah orang yang ditinggalkan haditsnya (arab: matrukul hadits)”.
Imam Al-Bukhari berkata, “Mungkar haditsnya (arab: munkarul hadits)”. Imam An-Nasa`i berkata, “Tidak tsiqoh (arab: laisa bi tsiqoh)”. Abu Hatim berkata, “Orang yang hilang haditsnya (arab: dzahibul hadits).” Karenanya, Imam Ahmad mengingkari hadits ini, sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Marwazi. Dan Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang batil, sebagaimana dalam Adh-Dho’ifah no. 416.

Sumber: http://al-atsariyyah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: