Apakah Seorang Ahlussunnah Harus Bisa Bahasa Arab?

Oleh Abu Muawiah

Tanya:
Apakah yang pantas menisbatkan dirinya kepada Ahlus Sunnah/Salafy hanya orang-orang yang pandai bahasa Arab atau yang mondok saja? Lalu bagaimana dengan orang awwam yang menafkahi keluarganya sedangkan mereka mengikuti sunnah semampu mereka, tidak melakukan bid’ah. Apakah mereka juga bisa dinisbahkan kepada salafy?
Wiwit-Bekasi

Jawab:
Iya, semua orang yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dari kalangan tabi’in dan sholihin setelah mereka, maka dia adalah seorang salafy. Baik dia orang Arab atau orang ajam (non-Arab), baik dia seorang alim atau penuntut ilmu atau orang awam. Selama dia tidak mendahulukan sesuatu apapun di atas Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah seorang salafy, sunny.
[Jawaban dari Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi di Ma’had Darul Hadits Dammaj, dengan sedikit perubahan]

Sumber: http://al-atsariyyah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: