Antara Kesabaran Dan Dosa

Oleh Abu Muawiah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah – rahimahullah- berkata, “Musibah-musibah itu menghapuskan kejelekan-kejelekan, akan tetapi pahala hanya akan didapatkan jika seseorang bersabar atas musibah tersebut, dan kesabaran ini hukumnya wajib. Karena seseorang hanya akan diberikan pahala atas perbuatan yang dia kerjakan atas kehendaknya sendiri.”
Saya (Asy-Syaikh Ar-Rajihi) berkata: Ini adalah faidah yang besar, musibah-musibah itu memang menghapuskan kejelekan-kejelekan, dan jika bersabar atas musibah tersebut maka Allah akan memberinya pahala. Karena kesabaran adalah wajib, karenanya jika dia marah atau berkeluh kesah maka dia mendapatkan dosa. Demikianlah keadaan semua kewajiban, siapa yang menunaikannya maka Allah akan memberinya pahala dan siapa yang tidak menunaikannya maka dia akan kehilangan pahala kewajiban tersebut dan justru dia akan mendapatkan dosa.
Adapun ridha terhadap musibah maka hukumnya sunnah berdasarkan pendapat yang terkuat dari dua pendapat di kalangan ulama. Adapun syukur terhadap musibah dan menganggapnya sebagai nikmat, maka ini adalah derajat yang tinggi, tidak ada orang yang diangkat kepadanya kecuali yang memiliki bagian yang sangat besar.
[Diterjemah dari: http://www.sh-rajhe.com kategori: Fawaid ‘Ammah]

Sumber: http://al-atsariyyah.com

Iklan

2 Tanggapan

  1. singkat namun penuh hikmah…
    thanks atas pencerahannya pagi ini…
    semoga kita tergolong orang-orang yang sabar,.
    nice blog, Bung… salam kenal…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: