Hukum Mengobral Barang

oleh Abu Umar

Oleh: Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al Bukhari

Soal: Apa hukum menjual barang dengan harga yang murah (sedikit untung) namun merusak harga karena jauh di bawah harga pasaran?

Jawab:
Ditinjau dari asal masalah dan penggambarannya, manusia dibolehkan untuk berbeda dalam harga. Namun bila saya atau si Zaid dari manusia memurahkan harga dengan maksud membahayakan orang lain, maka di sini kita berkata bahwa hal tersebut adalah haram. Karena ia telah menyelisihi suatu nash yang telah tsabit (tetap, syah) lagi shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda,

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
“Tidak ada bahaya bagi diri sendiri, dan tidak ada pembahayaan bagi orang lain.”

Kalau dia mengerjakannya dengan maksud ini maka itu adalah haram. Namun kalau ia melakukannya dan tidak memaksudkan sesuatu tertentu, ia hanya ingin untuk membersihkan barang yang ada di gudangnya –misalnya- dan menutup perdagangannya, maka kadang orang yang seperti ini terpaksa untuk menurunkan barangnya sehingga barangnya laku kemudian dia menutup (tokonya). Kita tidak berkata di sini bahwa ia telah melakukan suatu hal yang diharamkan, bahkan pembahayaan tidak terjadi. Apabila dia membahayakan yang lainnya, maka jadilah hal tersebut sebagai perkara yang haram.

(Dinukil untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com dari Majalah An Nashihah Volume 9 – 1426 H/2005M)

Sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: