Memotong Kuku Termasuk Fithrah

Abu Umar

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pertanyaan:
Apakah hukum syariat terhadap orang yang memanjangkan seluruh kukunya atau sebagiannya?

Jawaban:
Memanjangkan kuku jika tidak haram, minimal hukumnya makruh, sebab Nabi shallallahu ’alaihi wasallam telah menentukan masa memotong kuku agar tidak membiarkannya lebih dari 40 hari. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

”Sesuatu yang ditumpahkan darahnya (disembelih) dan disebutkan nama Allah (padanya), maka makanlah ia. Bukan gigi dan kuku…(hingga ucapan beliau,-penj.) adapun gigi, maka ia termasuk tulang, sedangkan (memelihara) kuku adalah cara hidup orang-orang Habasyah (Ethiopia).” [Shahih Al Bukhari, Kitabu asy Syirkah (2507); Shahih Muslim, Kitabu al Adhahy (1968)]

Sumber: Kitab ad Da’wah, Vol V, dari Asy Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid II, hal. 79,80

(Dinukil untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com dari Fatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagian 2, Pustaka Al Qabail)

Sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com

Iklan

Satu Tanggapan

  1. wah.. nice postingan..

    ditunggu kunjung baliknya..
    http://hilmyinfo.wordpress.com/2010/05/03/1-triliun-tidak-ada-artinya-bagi-ketua-dpr/

    salam 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: