Kisah Mereka Yang Hidup Lagi Setelah Mati

1. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yahya Ibn Yusuf az-Zammi, telah menceritakan kepada kami Syu’aib Ibn Shafwan dari Abdul Malik Ibn ‘Umair mengatakan:

“Di kota Kuffah ada seseorang yang berjualan kain kafan. Kemudian ada seorang yang mati. Hal itu diberitahukan kepadanya, maka diapun lalu mengambil selembar kain kafan dan pergi hingga sampai di hadapan orang mati tersebut yang sudah ditutupi kain. Namun serta-merta si mati itu bernafas dan menyentakkan kain penutup dari wajahnya sambil mengatakan: “Mereka telah menipuku! Mereka telah menghancurkan aku! Neraka! Mereka telah menghancurkan aku! Neraka!” kami mentalqinnya: “Ucapkanlah Laa Ilaaha Illallah!” dia menjawab: “Aku tidak bisa mengucapkannya!” Dia lalu ditanya: “Kenapa demikian?” dia menjawab: “Karena aku pernah memaki Abu Bakar dan Umar.”[1]

2. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidah Ibn Ishaq, telah menceritakan kepada kami ‘ashim Ibn Muhammad al-Umari dari Zaid Ibnu Aslam dari ayahnya mengatakan:

“Ketika Umar Ibn Khattah berkhutbah di hadapan orang banyak, lewatlah seorang bersama putranya yang digendong di atas pundaknya. Umar berkata: “Aku tidak pernah melihat burung gagak yang serupa dengan burung gagak lain melebihi keserupaan ayah dan anak ini. “Orang itu menjawab: “Demi Allah wahai amirul mukminin, ibu anak ini melahirkannya setelah meninggal dunia!” Umar bertanya: Aduhai, bagaimana itu bisa terjadi?” dia menjawab: “Aku bepergian dalam kafilah demikian dan demikian. Aku tinggalkan dia dalam dalam keadaan hamil dan aku katakan kepadanya: “Aku menitipkan janin yang berada dalam perutmu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Setelah aku datang dari bepergianku, aku diberitahu bahwa istriku telah meninggal dunia. Suatu malam ketika aku duduk di Baqi’ bersama anak-anak pamanku, aku melihat seberkas cahaya yang menyerupai lampu di pekuburan. Aku bertanya kepada anak-anak pamanku: “Apa ini?” mereka menjawab: “Kami tidak tahu. Kami hanya melihat cahaya tersebut setiap malam di kuburan si Fulanah.” Aku lalu mengambil kapak dan bergegas menuju kuburan itu. Ternyata kuburan itu terbuka dan anak ini berada di pelukan ibunya! Aku mendekat, kemudian ada suara yang berbicara kepadaku: “Wahai orang yang menitipkan kepada Tuhannya, ambillah kembali titipanmu. Kalau seandainya engkau juga menitipkan ibunya, tentu engkau akan mendapatinya juga.” Aku mengambil bayi tersebut dan serta merta kuburan itu kembali menutup.” Abu Ja’far berkata: “Aku bertanya kepada Utsman Ibn Zufar tentang kejadian ini, dia menjawab: “Aku mendengarnya dari ‘Ashim.” [2]

3. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq Ibn Ismail, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ibn ‘Uyainah dari Dawud Ibn Syabur dari Abi Qaz’ah, seseorang dari penduduk Bashrah darinya atau dari selainnya mengatakan:

“Kami melewati beberapa sumur yang berada di antara kami dan kota Bashrah. Kami lalu mendengar suara ringkikan keledai. Kami bertanya: “Ada apa gerangan?” mereka menjawab: “Ini adalah suara seseorang yang ketika ibunya berbicara kepadanya dia menjawab: “Meringkiklah engkau!” Maka setelah dia meninggal, suara ringkikan keledai itu terdengar dari kuburannya setiap malam.” [3]

4. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibn Ja’far, telah menceritakan kepada kami Manshur Ibn ‘Ammar, telah menceritakan kepada kami Abush Shult Syihab Ibn Kharrasy dari pamannya al-‘Awwam Ibn Hausyab dari Mujahid mengatakan:

“Aku bermaksud melakukan ihadah haji. Di jalan aku dikejutkan oleh seekor keledai yang lehernya terjulur keluar dari dalam tanah. Keledai itu meringkik di hadapanku tiga kali, kemudian kembali masuk ke dalam tanah. Aku lalu mendatangi kaum yang aku maksudkan (penduduk Makkah tempat melaksanakan ibadah haji). Mereka bertanya: “Mengapa kami melihat rona wajahmu telah berubah?” Aku memberitahukan hal itu kepada mereka. Mereka kembali bertanya: “Apa yang engkau ketahui dari kejadian itu?” aku menjawab: “Tidak ada!” Mereka mengatakan: “Itu adalah seorang dari kampung ini. Ibunya tinggal di tenda itu. Dulu jika ibunya memerintahkan sesuatu, dia memaki ibunya dengan mengatakan: “Engkau tidak lain adalah keledai!” kemudian dia meringkik di depan wajah ibunya lalu tertawa terbahak-bahak. Pada hari dia meninggal dunia, kami kuburkan dia di kuburan itu. Setiap hari dia selalu menjulurkan kepalanya di waktu kami menguburnya dan meringkik dengan menghadap ke kemah tersebut tiga kali kemudian masuk kembali.” [4]

Sumber:
Kisah Mereka Yang Hidup Lagi Setelah Mati, Penulis: Abu Bakar Ibn Abid Dunya (penerjemah: Team Pustaka Salafiyyah), Penerbit: Pustaka Salafiyah, Hal. 49-50, 58-60, 60, dan 62.

Catatan kaki:
[1] Sanadnya muqarib. Sanadnya baik kecuali rawi bernama Syu’aib Ibn Shafwan yang diperdebatkan di kalangan ahli hadits. Imam Muslim meriwayatkan darinya. Al-Hafidz Ibnu Hajar meringkas biografinya dengan komentar: maqbul.

[2] Sanadnya baik. Diriwayatkan juga oleh penulis dalam kitab Mujabid Da’wah.
Sanadnya baik selain ‘Ubaid Ibn Ishaq, dia dhaif, akan tetapi memiliki mutaba’ah di akhir atsar dengan riwayatnya ‘Utsman Ibn Zufar yaitu Ibnu Muzahim. Shaduq.

[3] Hasan dengan segenap syawahidnya. Diriwayatkan juga oleh penulis dalam kitab Mujabid Da’wah, nomor: 48. dari jalan penulis juga diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab al-Birsu Wash-Shilah, nomor: 139.
Sanadnya baik kalau saja tidak ada keraguan pada perawi atsar, namun ada syahid dalam hadits.

[4] Sanadnya dhaif. Ibnul Jauzi meriwayatkan dari jalan penulis dalam kitab al-Birru Wash-Shilah, nomor: 137. Di dalam sanadnya terdapat rawi bernama Manshur Ibn ‘Amr, dia dhaif. Lihat Lisanul Mizan 6/98. Namun hadits ini dianggap sebagai syahid bagi hadits sebelumnya.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Menarik sekali postingnya, sukses untuk anda.
    Kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru yang berjudul : “Pompa Turbin Pertama di Kabupaten Sikka”, dan artikel lain yang berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: