Memanggil Istri dengan Sebutan Ummul Mukmimin

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal:
Sebagian kaum laki-laki menggunakan istilah ummu Al-mu’minin (ibu bagi kaum muslimin) untuk para istrinya. Mereka berkata misalnya, “Saya pergi bersama ummul mu’minin ke tempat keluarganya” atau “Saya memberi ummul mu’minin hadiah” atau yang lainnya. Apakah penggunaan istilah ini untuk istri benar?

Jawaban:
Ini adalah perkara haram. Tidak boleh bagi seorang pun menyebut istrinya dengan sebutan ummul mu’minin karena berarti dengan begitu ia menjadi seorang nabi. Istri-istri yang disifati dengan ummahatul mu’minin (ibu-ibu orang yang beriman) hanyalah para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka, apakah ia (orang yang menggunakan istilah itu -pent) menginginkan kedudukan seorang nabi dan menyatakan diri sebagai nabi? Seharusnya setiap orang menjauhi istilah-istilah semacam ini dan memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah ia lakukan.

(Dinukil untuk http://ulamasunnah.wordpress.com dari buku “Al-Manahi Al-Lafzhiyyah, Beragam Ungkapan dalam Timbangan Syariat” karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin soal ke-22, Penerjemah: Abu Zaid Resa Gunarsa, Muroja’ah: Al Ustadz Ali Basuki, Penerbit: Penerbit Al Ilmu Jogjakarta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: