Salahkah Bila Kita Mengklaim Diri Kita Sebagai Salafy?

Oleh: Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jabiri

Pertanyaan:
Apa pendapatmu tentang ucapan, “Barang siapa yang menyebut dirinya salafy berarti dia memberi tazkiyah (penyucian diri) terhadap dirinya sendiri. Cukup bagi seseorang mengucapkan ‘Aku di atas manhaj salaf.’”?

Jawab:
Ini hanyalah bentuk permainan kata-kata. Pengikut Ikhwanul Muslimin menyebut diri mereka sebagai ikhwany, pengikut Jamaah Tabligh menyebut diri mereka sebagai Tablighi, dan
seterusnya. Jadi, kenapa seorang salafy harus menyembunyikan kesalafiyahannya? Dan baru saja aku sebutkan bahwa di sana ada ijma ’ tentang penamaan ini, dan telah aku sebutkan untuk kalian
sumbernya.[1]

Catatan Kaki:
[1] Syaikhul Islam Ibnu Taimiah menyatakan, “Tidaklah tercela bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbahkan diri kepadanya dan merujuk kepadanya, bahkan wajib menerima hal tersebut menurut kesepakatan (para ulama). Karena sesungguhnya madzhab salaf itu adalah tak lain kecuali kebenaran ”.[Majmu’ Fatawa 4/149]
(Diterjemahkan untuk blog ulamasunnah dari
http://www.bakkah.net/interactive/q&a/aauj002.htm)

Sumber : http://ulamasunnah.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: