Memakai Parfum, Sikat Gigi, dan Make Up Bagi Yang Berpuasa

Oleh Asy-Syaikh Utsaimin

Fadhilatus Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya: Apa hukum menggunakan make up, celak, parfum, siwak dan menggunakan sikat gigi dengan pasta gigi di saat berpuasa?
Beliau menjawab: Menggunakan celak di saat puasa tidak membatalkan puasa, karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa orang yang berpuasa apabila mengenakan celak maka batal puasanya. Begitu pula menggunakan make up dan selainnya dari produk-produk kecantikan bagi wanita. Akan tetapi make up –setahu saya- berbahaya bagi wanita di masa-masa mendatang. Berdasarkan ini sebaiknya tidak digunakan kecuali ada rekomendasi dari dokter atau bertanya kepadanya. Begitu pula tidak mengapa seorang wanita yang sedang puasa mengenakan wewangian apakah dengan dupa atau lotion, hanya saja untuk dupa jangan dihirup, karena kalau dihirup bisa jadi asapnya masuk ke dalam, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah dalam istinsyaq (menghirup air wudhu dengan hidung) kecuali kalau sedang puasa”.
Adapun bersiwak hukumnya sunnah bagi orang yang berpuasa sama halnya dengan mereka yang tidak berpuasa, di awal siang atau penghujungnya. Begitu pula menggunakan sikat gigi, akan tetapi sikat gigi jangan digunakan di saat puasa, karena pengaruhnya yang sangat kuat. Saya khawatir apabila digunakan dengan pasta gigi ada pasta yang terhirup ke dalam sehingga mengurangi kesempurnaan puasanya.

سئل فضيلة الشيخ ـ رحمه الله تعالى ـ: ما حكم استخدام أدوات المكياج والكحل والطيب والسواك واستعمال الفرشاة والمعجون أثناء الصيام؟
فأجاب فضيلته بقوله: استخدام الكحل أثناء الصيام لا يفطر، وذلك لأنه لا دليل على أن الصائم إذا اكتحل يفطر، وكذلك استعمال المكياج وغيره مما تتجمل به المرأة، ولكن المكياج حسب ما أعلم يضر بالمرأة على المدى الطويل، وعلى هذا لا ينبغي أن تستعمله إلا بعد مراجعة الطبيب واستشارته، وكذلك لا حرج على المرأة أن تتطيب وهي صائمة، سواء كان ذلك بالبخور، أو بالدهون، إلا أن البخور لا يستنشقه الصائم، لأنه إذا استنشقه ربما يدخل الدخان إلى جوفه وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم: «وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً». وأما التسوك فهو سنة للصائم كغيره في أول النهار وآخره، وكذلك استعمال الفرشاة، ولكن الفرشاة لا ينبغي استخدامها في حال الصوم، لأن لها نفوذاً قويًّا، فأخشى إذا استعملها الإنسان مع المعجون أن يتسرب شيء من هذا المعجون إلى جوفه، فيكون في ذلك خلل على صيامه.

Sumber :
Sumber : http://ahlussunnah-jakarta.com

Diperbolehkan mengkopi artikel dengan menyertakan sumbernya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: