Hukum Shalat Tidak Pas Menghadap Kiblat

Oleh Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz

Pertanyaan?
Apa hukum shalat yang telah selesai dikerjakan, lalu nampak baginya bahwa shalat tersebut dikerjakan tadi tidak menghadap kiblat setelah berupaya mengetahuinya? Dan apakah ada perbedaan jika hal itu dilakukan di negeri-negeri Muslim dan Kafir atau padang Sahara?

Jawab:
Jika seorang muslim dalam safar atau di suatu negeri yang sulit mencari orang yang bisa menunjukkan arah kiblat, maka shalatnya jika didahului dengan upaya mencari arah kiblat namun ternyata dia shalat ke arah lain.
Adapun jika seseorang berada di negeri muslimin, maka shalatnya tidak sah, karena memungkinkan baginya untuk bertanya kepada orang yang bisa menunjukkan arah kiblat, sebagaimana memungkinkan baginya mengetahui arah kiblat dari masjid-masjid yang ada.

Sumber: Buku Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Nashiruddin Al-Albani & Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, Penerbit Maktabah Al-Ghuroba hal. 358

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: