Kisah Orang Yang Mengejek Sunnah

Bismillaah,

الحمد لله رب العالمين، والصلاة‎ ‎والسلام على محمد وعلى آله وصحبه‎ ‎أجمعين
Penulis: Abul Abbas Khadhir Al- Limbory

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy – hafidzahullah- berkata: “Telah disebutkan oleh Ibnu Katsir – rahimahullah- didalam Al- Bidayah wan Nihayah tentang kejadian-kejadian pada tahun 665, beliau –rahimahullah- berkata Asy-Syaikh Qathbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Salamah dari daerah Bushra, dia suka bercanda dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Disebutkan disisinya tentang siwak dan keutamaannya, maka dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur, kemudian dia mengambil sebatang siwak dan memasukkannya keduburnya kemudian dikeluarkan kembali. ”
Berkata Qathbuddin Al-Yunani:
“ Setelah melakukan perbuatan tersebut, ia tinggal selama sembilan bulan dalam keadaan mengeluh sakit perut dan dubur. Berkata Qathbuddin Al- Yunani: “Lalu ia melahirkan anak seperti tikus yang pendek dan besar, memiliki empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan, memiliki empat taring yang menonjol, panjang ekornya satu jengkal empat jari dan duburnya seperti dubur kelinci. Ketika lelaki itu melahirkannya, hewan tersebut menjerit tiga kali, maka bangkitlah putrinya laki-laki tadi dan memecahkan kepalanya sehingga matilah hewan tersebut. Laki-laki itu hidup setelah melahirkan selama dua hari, dan meninggal pada hari yang ketiga. Dan ia sebelum meninggal berkata “Hewan itu telah membunuhku dan merobek-robek ususku. ”
Sungguh kejadian tersebut telah disaksikan oleh sekelompok penduduk daerah tersebut dan para khotib tempat tersebut. Diantara mereka ada yang menyaksikan hewan itu ketika masih hidup dan ada pula yang menyaksikan ketika hewan itu sudah mati. ” (Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, hal. 106-107)
Kisah tersebut sangatlah pantas dan cocok untuk kita ambil pelajaran, dengan kisah itu mengingatkan kita untuk tidak bermudah-mudahan berucap apalagi kalau sampai mengejek As-Sunnah, sungguh jauh-jauh hari sebelumnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم‎ telah bersabda:
“Wahai manusia, berhati-hatilah terhadap ucapan kalian, jangan sampai kalian dijerumuskan oleh syaithan. ” (HR. An-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, dikatakan dalam Ash-Shahihul Musnad fi Asy-Syamail Muhammadiyah no. 786; hadits Shahih menurut syarah Muslim).
Semoga dengan kisah tersebut menjadi sebab bagi kita untuk mudah dalam menerima dan melaksakan As-Sunnah dan menjauhkan kita dari sifat meremehkan dan menentang As-Sunnah. Sungguh Allah –‘ Azza wa Jalla- telah memberikan peringatan untuk kita sebagaimana firmannya:
فَليَحذَرِ الَّذينَ يُخالِفونَ‏‎ ‎عَن أَمرِهِ أَن تُصيبَهُم‎ ‎فِتنَةٌ أَو يُصيبَهُم عَذابٌ‏‎ ‎أَليمٌ ﴿٦٣
“…..maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi ajaran Rasul takut ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih. ” (An- Nuur: 63).
Akhirnya, semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat bagi kami dan segenap kaum muslimin.
Washallallahu ‘ala Muhammad wa Aalihi Washahbihi wasallam walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Sumber:
http://rumahbelajarku.wordpress.com/2010/08/20/kisah-orang-yang-mengejek-sunnah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: