Bolehkah Menukar Uang Kertas dengan Uang Logam?

Oleh: Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahim Al-Bukhari hafizhahullaahu

Pertanyaan:

Bolehkah menukar dengan tambahan (ada kelebihan) pada satu jenis mata uang, seperti menukar 1.000,- dari uang kertas dengan 900,- dari uang logam?

Jawab:

(Dijawab oleh Fadhilatusy Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim Al-Bukhory* pada hari Kamis, 5 Syawal 1425H/17 November 2004):

Masalah penukaran uang kertas dengan uang logam, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama sekarang dalam masalah ini. Di antara mereka ada yang mengikutkannya (menggolongkannya) pada fulus ma’daniah, dan ini adalah pendapat yang terkenal di kalangan fuqoha Malikiah. Dibangun di atas ini, maka menurut mereka bahwa perbedaan antara uang kertas dengan uang logam diperbolehkan dan tidak memperlakukannya dengan perlakuan/mu’amalah naqdain, emas dan perak.

Di antara ahlil ilmi, ada yang berpendapat bahwa ini dari jenis yang sama dan dia memperlakukannya sebagai mu’amalah naqdain. Maka berdasarkan ini, gambaran yang seperti ini tidak diperbolehkan , yaitu menukar uang kertas dengan uang logam dan melebihkan (salah satunya -pen.). Dia berpendapat ini tidak boleh dan bahwa ini berasal dari jenis dan macam yang sama. Maka seperti mata uang Riyal atau Junaih (mata uang di negeri Mesir dan selainnya) atau Mishriyat atau Dinar Kuwait atau Rupiah dan selainnya, semuanya berasal dari jenis yang sama. Masing-masing dimutlakkan padanya penamaan mata uang seperti Riyal dan sebagainya. Yang rojih dan yang kuat adalah bahwa pelebihan/perbedaan ini tidak boleh sebab jika berasal dari jenis (mata uangnya) yang sama maka disyaratkan padanya 2 syarat:

1. Tamatsul (kesamaan dalam jenis dan jumlah)
2. Al-Qobd fil Majlis (serah terima langsung dalam satu majelis/pertemuan secara tunai).

Adapun jika berbeda jenis-jenisnya maka tidak disyaratkan padanya melainkan satu syarat yaitu At-Taqobudh fil Majlis (serah terima langsung dalam satu majlis) berdasarkan hadits ‘Ubadah bin Shomit radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan selainnya bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ… مثْلاً بِمثْلاٍ، وَزْنًا بِوَزْنٍ. فَإِذَا اخْتَلَفَتِ الأَجْنَاسُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ

“Emas dengan emas, perak dengan perak, satu jenis dengan jenis yang sama dan dengan berat yang sama. Bila jenisnya berbeda maka juallah sesuai kehendak kalian.”

Inilah yang benar, hal ini telah difatwakan oleh beberapa ulama seperti Syaikh ‘Abdurrazzaq ‘Afifi, Syaikh Al-Fauzan dan selainnya. Berdasarkan ini, maka mu’amalah seperti ini (yaitu menukar 1000 dengan 900, adanya perbedaan seperti ini) tidak diperbolehkan.

===========

*Syaikh Doktor ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim bin Muhammad hafizhohullah adalah salah seorang staf pengajar pada Fakultas Hadits dan Studi Keislaman di Islamic University di Medinah, Kerajaan Saudi Arabiah dan Doktor dalam ilmu hadits.

(Dinukil dari Majalah An-Nashihah, vol. 08 tahun 1425H/2005M, hal. 2, untuk http://almuslimah.co.nr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: