Sunnah-Sunnah Ketika Akan Tidur

Ust. Abu Muawiah

Dari Al-Barra’ bin ‘Azib radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: ALLAHUMMA ASLAMTU WAJHII ILAIKA, WA FAWWADHTU AMRII ILAIKA, WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA, RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA. LAA MALJA`A WA LAA MANJAA ILLAA ILAIKA. ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIK ALLADZII ANZALTA, WANNABIYYIK ALLADZII ARSALTA (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus). Jika kamu meninggal pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah doa ini sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan (di malam hari).” (HR. Al-Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710)
Dari Huzaifah radhiallahu anhu dia berkata;
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: “ALLAHUMMA BISMIKA AMUUTU WA AHYA (Ya Allah, hanya dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup).” Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “ALHAMDULILLAH ALLADZI AHYAANAA BA’DAMAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUR (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Al-Bukhari no. 6314 juga diriwayatkan olehnya pada no. 5850 dari hadits Abu Dzar dan Muslim no. 4886 dari Al-Barra` radhiallahu anhu)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مُضْطَجِعًا عَلَى بَطْنِهِ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ ضَجْعَةٌ لَا يُحِبُّهَا اللَّهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seseorang tidur tengkurap, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara tidur yang tidak disukai Allah.” (HR. At-Tirmizi no. 2768 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah no. 4718)

Penjelasan ringkas:
Kami telah menyebutkan pembahasan lengkap mengenai adab-adab dan sunnah-sunnah tidur dalam Islam dalam artikel: Adab-Adab Ketika Tidur. Silakan dibaca kembali.

Sumber : http://al-atsariyyah.com/akhlak-dan-adab/sunnah-sunnah-ketika-akan-tidur.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: