Beberapa Lafazh Terlarang

Ust. Abu Muawiah

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ
“Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir,” maka perkataan ini akan ditanggung oleh salah seorang dari keduanya. Apabila keadaan saudaranya sebagaimana yang dia ucapkan (maka tidak ada masalah). Namun apabila tidak maka ucapan tersebut akan kembali kepadanya (orang yang mengucapkannya).” (HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60)
Dari Abu Dzar radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُهُ إِلَّا كَفَرَ وَمَنْ ادَّعَى مَا لَيْسَ لَهُ فَلَيْسَ مِنَّا وَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ
“Tidaklah seorang laki-laki yang mengklaim orang lain sebagai bapaknya, padahal dia telah mengetahuinya (bahwa dia bukan bapaknya), kecuali dia telah kafir. Barangsiapa yang mengklaim sesuatu yang bukan miliknya maka dia bukan dari golongan kami dan hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka. Dan barangsiapa yang memanggil seseorang dengan panggilan kekufuran, atau berkata, “Wahai musuh Allah,” padahal tidak demikian, kecuali perkataan tersebut akan kembali kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6045 dan Muslim no. 61)
Dari Abu Al-Malih dari seorang laki-laki radhiallahu anhu dia berkata:
كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Aku pernah membonceng di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu tiba-tiba hewan tunggangan beliau lambat saat berjalan. Maka aku berkata, “Celakalah setan.” Beliau lalu bersabda, “Jangan engkau berkata, “Celakalah setan,” sebab jika engkau berkata seperti itu maka dia (setan) akan semakin besar hingga seperti rumah seraya berkata ‘demi kekuatanku (aku akan mengalahkannya).” Tetapi hendaklah engkau berkata, “Bismillah.” Jika engkau ucapkan itu maka setan akan semakin mengecil hingga seperti lalat.” (HR. Abu Daud no. 4982, Ahmad no. 20541, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7401)

Penjelasan ringkas:
Setiap muslim akan dihisab akan setiap ucapannya, bisa jadi dia mendapatkan pahala karena ucapannya dan bisa jadi dia mendapatkan dosa karena ucapannya. Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengingatkan beberapa lafazh yang tidak boleh diucapkan oleh seorang muslim karena ucapan itu akan memudharatkan dirinya. Seperti memvonis seorang muslim dengan kekafiran atau memvonis seseorang dengan gelar ‘musuh Allah’ atau mencela setan karena hal itu justru akan membuat setan bertambah kuat. Di antara lafazh-lafazh yang dilarang tersebut, ada yang dilarang secara mutlak tanpa ada lafazh yang bisa menggantikannya, dan ada juga lafazh yang dilarang lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan dan menggantinya dengan lafazh lain yang lebih baik darinya.

Sumber : http://al-atsariyyah.com/beberapa-lafazh-terlarang.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: