Hukum Adopsi (Mengangkat Anak)

Pertanyaan:

assalamu’alaykum.
mau tanya ustadz , apakah kita boleh mengangkat anak untuk kita besarkan. bagaimana menurut islam tntang hal ini. bagaimana ketika mereka menikah apakah kita bisa menjadi wali nikahnya?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatullah, Mengambil anak angkat atau dengan istilah adopsi adalah perkara yang tidak dibenarkan dalam Islam, sebab hal tersebut akan berdampak kepada penisbatan panggilan ibu/bapak kepada selain orang tua sang anak, Allah Ta’ala berfirman:
“Dia (Allah) tidak menjadikan anak-anak angkat kalian sebagai anak-anak kandung kalian. Yang demikian itu hanyalah perkataan kalian di mulut kalian. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya, dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Panggillah anak-anak angkat tersebut dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah …” [al-Ahzab/33:4-5]
Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Dahulu, kami tidak memanggil Zaid bin Haritsah Radhiyallahu ‘anhu kecuali dengan panggilan Zaid bin Muhammad, sampai turunnya ayat ‘Panggillah anak-anak angkat tersebut dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah”. (Surat Al-Ahzab/33 ayat 5) (HR al-Bukhari, no. 4782; Muslim, no. 2425; at-Tirmidzi, no. 3209 dan 3814, dll).
Pada masa permulaan Islam diperbolehkan pengakuan seseorang atas anak orang lain sebagai anak kandungnya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk mengembalikan penisbatan nasab kepada bapak-bapak kandung mereka, dan inilah perilaku yang adil, sikap tengah lagi baik.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah” [HR Muslim, no. 3314 dan 3373]
Atas dasar inilah maka Islam melarang praktek adopsi anak sebelum hal itu terwujud, dan menggugurkannya jika memang telah terlanjur. Oleh karena itu, seseorang tidak bisa menjadi wali nikah bagi anak angkatnya. Wallahul Muwafiq

Dijawab oleh: Al Ustadz Abu Abdirrohman Abdul Aziz As-Salafy

Sumber: http://atsarussalaf.wordpress.com/tanya-jawab/

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: