Mengambil Hadiah dari Mengajarkan Al Qur’an

Fatawa Lajnah Da’imah (7806)

Pertanyaan :

Hadits tentang pengajar Al Qur’an dan yang mempelajarinya, yang maknanya : Bahwa salah seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu memakai pakaian baru, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya : Dari mana kamu mendapatkannya? Maka dia menjawab : Sesungguhnya yang memberi pakaian itu kepadaku adalah si Fulan yang anaknya saya ajari Al Quran. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya :Apaka kamu menginginkan untuk bertemu dengan Allah dan di lehermu ada kalung dari api ? Kembalikan kepadanya, maka sahabat itupun mengembalikan pakaian baru itu kepadanya. Bagaimana keshahihan hadits ini dan mengamalkannya? Bolehkah bagi pengajar Al Qur’an untuk menerima hadiah? Dan jika yang memberi hadian adalah orang yang belajar Al Qur’an, apakah sah niatnya bahwa hadiah itu sebagai rasa cinta hanya karena Allah ?

Jawaban :

1. Boleh bagi pengajar Al Qur’an untuk menerima hadiah dari orang yang diajarinya dan juga dari yang lainnya, baik yang memberinya berniat menggapai wajah Allah dan cinta karena Allah untuk ilmu atau dengan maksud memuliakannya karena telah mengajarinya Al Qur’an.

2. Hadits yang anda sebutkan, kami tidak tahu asalnya, telah datang hadits shahih dari Nabi shallallaahu alaihi wasallam yang bertentangan dengan riwayat itu, yaitu sabda beliau : “Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil adalah upah mengajarkan kitabullah” ( Bukhari 7/23, Daruqutni 3/65, Ibnu Hibban 11/547 (5146),Baihaqi 1/430, 6/124, 7/243, Baghawi 8/267 (2187)

Juga hadits tentang seorang wanita yang menghibahkan dirinya kepada Nabi shallallaahu alaihi wasallam, kemudian beliau menikahkannya dengan dengan seorang sahabat dengan mahar apa yang dimilikinya dari Al Qur’an, beliau bersabda : “Aku nikahkan kamu dengannya dengan mahar apa yang kamu miliki dari Al Qur’an.” (Malik 2/526, ahmad 5/330,334,336, Bukhari 3/63, 6/108, 109, 122,130, 132, 134, 135, 136,138, 7/52, Muslim 2/1041 (1114), Abu Daud 2/586-587 (2111). Dalam riwayat lain : “Maka ajarilah dia Al Qur’an.” ( Muslim 2/1041, Abu Daud 2/588 (2112), Baihaqi 7/242 : “Berdiri dan ajari dia dua puluh ayat, maka dia menjadi istrimu” )

Lajnah Daa’imah Lil Bukhuts Ilmiyah wal Ifta’

Ketua :

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Anggota :

Syaikh Abdullah bi Qu’ud

Syaikh Abdullah bin Ghudayyan

Syaikh Aburrazaq Afifi

Sumber : http://almadinah.or.id/348-mengambil-hadiah-dari-mengajarkan-al-quran.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: