Perjalanan Dunia

Manusia semenjak diciptakan senantiasa berada dalam perjalanannya. Akhir perjalanan ini adalah surga atau neraka tidak ada tempat ketiga. Seorang yang berakal akan mengerti bahwa setiap perjalanan pasti akan menanggung sesuatu yang berat maupun melawan bahaya. Secara kebiasaan sangat mustahil seorang berharap kenikmatan, kelezatan, dan ketenangan dalam sebuah perjalanan. Hanyalah harapan ini mungkin diwujudkan setelah sampai pada tujuan.

Sangat dimaklumi bahwa bagaimanapun juga kita tetap harus melangkah, meski keletihan dan kepenatan akan terus menyertai. Tidak ada seorang pun yang berhenti dalam perjalanan ini. Semuanya berjalan semakin dekat dan bertambah dekat kepada negeri akhirat. Maka, setiap orang adalah musafir yang harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ia harus siapkan bekal yang cukup agar bisa menyampaikannya ke tempat tujuan dengan selamat.

Sumber bacaan: Al Fawaid, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahengerti bahwa setiap perjalanan pasti akan menanggung sesuatu yang berat maupun melawan bahaya. Secara kebiasaan sangat mustahil seorang berharap kenikmatan, kelezatan, dan ketenangan dalam sebuah perjalanan. Hanyalah harapan ini mungkin diwujudkan setelah sampai pada tujuan.

Sangat dimaklumi bahwa bagaimanapun juga kita tetap harus melangkah, meski keletihan dan kepenatan akan terus menyertai. Tidak ada seorang pun yang berhenti dalam perjalanan ini. Semuanya berjalan semakin dekat dan bertambah dekat kepada negeri akhirat. Maka, setiap orang adalah musafir yang harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ia harus siapkan bekal yang cukup agar bisa menyampaikannya ke tempat tujuan dengan selamat.

Sumber bacaan: Al Fawaid, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah

atau neraka tidak ada tempat ketiga. Seorang yang berakal akan mengerti bahwa setiap perjalanan pasti akan menanggung sesuatu yang berat maupun melawan bahaya. Secara kebiasaan sangat mustahil seorang berharap kenikmatan, kelezatan, dan ketenangan dalam sebuah perjalanan. Hanyalah harapan ini mungkin diwujudkan setelah sampai pada tujuan.

Sangat dimaklumi bahwa bagaimanapun juga kita tetap harus melangkah, meski keletihan dan kepenatan akan terus menyertai. Tidak ada seorang pun yang berhenti dalam perjalanan ini. Semuanya berjalan semakin dekat dan bertambah dekat kepada negeri akhirat. Maka, setiap orang adalah musafir yang harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ia harus siapkan bekal yang cukup agar bisa menyampaikannya ke tempat tujuan dengan selamat.

Sumber bacaan: Al Fawaid, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahengerti bahwa setiap perjalanan pasti akan menanggung sesuatu yang berat maupun melawan bahaya. Secara kebiasaan sangat mustahil seorang berharap kenikmatan, kelezatan, dan ketenangan dalam sebuah perjalanan. Hanyalah harapan ini mungkin diwujudkan setelah sampai pada tujuan.

Sangat dimaklumi bahwa bagaimanapun juga kita tetap harus melangkah, meski keletihan dan kepenatan akan terus menyertai. Tidak ada seorang pun yang berhenti dalam perjalanan ini. Semuanya berjalan semakin dekat dan bertambah dekat kepada negeri akhirat. Maka, setiap orang adalah musafir yang harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ia harus siapkan bekal yang cukup agar bisa menyampaikannya ke tempat tujuan dengan selamat.

Sumber bacaan: Al Fawaid, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: