Bolehkan Wanita Berobat ke dokter Laki-laki?

Fatwa Lajnah Daa’imah no : 2 / 3229

Pertanyaan :

Masalah keluarnya seorang wanita untuk belajar secara umum (baik agama atau dunia) khususnya kedokteran, sejauh mana wajibnya bagi seorang wanita ? Bolehkah seorang wanita berobat kepada seorang dokter laki-laki jika tidak didapati dokter wanita, jika ada (dokter wanita) apakah boleh dia berobat pada dokter laki-laki? Artinya : Bolehkah seorang wanita membuka semua auratnya karena berobat, bolehkah dia melahirkan pada seorang dokter laki-laki jika tidak ada dokter wanita ?

Jawaban :

1. Wajib ain bagi seorang wanita untuk mempelajari apa yang bisa memperbaiki agamanya, menunaikan hak Rabbnya dan keluarganya dari masalah aqidah, sholat, puasa, zakat, haji dan akhlak. Demikian pula hendaknya mempelajari apa yang wajib untuknya dan keluarganya dalam urusan dunia, seperti membuat minuman, makanan, membuat roti dan menjahit, hal ini adalah masalah yang manusia itu berbeda-beda. Terkadang mengenal hal yang demikian pada sebagian wanita adalah satu hal yang penting namun tidak pada sebagian yang lain. Jika hal itu baginya ada kemudahan tanpa harus keluar kecuali ke masjid dan yang semisalnya maka walhamdulillah, jika tidak boleh baginya untuk keluar ke ma’had atau sekolah untuk belajar hal-hal yang wajib baginya karena tuntutan kebaikan dunia dan agamanya.

Adapun mempelajari ilmu kedokteran dan yang semisalnya dari perkara-perkara yang umum yang dibutuhkan umat maka hukumnya wajib kifayah atas laki-laki dan wanita dalam batasan yang dibutuhkan umat, agar seorang laki-laki bisa memeriksa penyakit orang laki-laki dan mengobatinya serta melakukan operasi dan yang semisalnya untuk mereka, dan para wanita juga melakukan yang demikian untuk para wanita. Dengan demikian bisa tercukupi kebutuhan umat baik laki-laki atau wanita dalam urusan kesehatan.

2. Hukum asal seorang wanita membuka auratnya adalah haram memandangi auratnya juga haram, maka jika seorang wanita bisa berobat kepada dokter wanita tidak boleh baginya untuk menyerahkan dirinya berobat kepada dokter laki-laki untuk memeriksa penyakitnya atau membantu persalinannya atau mengoperasinya. Jika seorang wanita yang sakit tidak mendapati dokter wanita yang mahir untuk memeriksa penyakitnya dan mengobatinya maka diberi rukhsoh (keringanan) baginya untuk berobat kepada dokter laki-laki muslim yang bisa dipercaya, boleh baginya untuk melihat auratnya sesuai dengan keadaan darurat yang menuntutnya seperti membantu persalinannya namun tidak boleh berkhalwat. Pada dasarnya yang demikian adalah : bahwa diingatkan akan bahaya kelahiran yang bertentangan dengan haramnya melihat auratnya, maka dilakukan yang lebih ringan yaitu melihat auratnya.

Lajnah Daa’imah Lil Bukhuts Ilmiyah wal Ifta’

Ketua : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Anggota :

Syaikh Abdullah bi Qu’ud

Syaikh Abdullah bin Ghudayyan

Syaikh Aburrazaq Afifi

Sumber : http://almadinah.or.id/321-bolehkan-wanita-berobat-ke-dokter-laki-laki.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: