Menyewa Orang Membaca Al Qur’an Untuk Orang Mati

Fatawa Syekh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Pertanyaan :

Seorang pembaca Al Qur’an Al Karim menyewa orang lain untuk membacakan Al Qur’an penuh (30 juz) dan menghadiahkan pahalanya untuk orang yang sudah meninggal dengan imbalan jasa insentif setiap bulan. Maka orang tersebut membaca surat Al Ikhlas tiga kali dan menampakkan kepada yang menyewanya kalau dia telah menamatkan Al Qur’an kemudian yang menyewa memberi imbalan jasa sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan. Dan hal itu berlanjut setiap bulan sampai beberapa waktu bahkan bertahun-tahun, apa hukum perbuatan itu, dan apa yang mesti dilakukan ?

Jawab :

Yang pertama : Menyewa orang untuk membaca Al Qur’an untuk orang mati adalah bid’ah yang tidak pernah diizinkan Allah, dan termasuk makan harta orang dengan cara yang batil. Karena seorang qari’ ketika membaca Al Qur’an dengan maksud mengambil upah maka perbuatannya batil karena maksud dari amalnya adalah untuk mendapatkan harta dan mendapatkan sekeping dari dunia, dan Allah ta’ala berfirman :

Yang artinya : “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan Sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang Telah mereka kerjakan”

Masalah ibadah termasuk membaca Al Qur’an, tidak boleh dilakukan karena tamak kepada dunia dan untuk mendapatkan harta, namun dilakukan karena taqarub kepada Allah ta’ala. Dan seorang qari’ ketika membaca Al Qur’an hanya karena ingin mendapatkan upah maka dia tidak mendapatkan pahala dan juga tidak akan sampai kepada si mayit namun hartanya adalah sia-sia. Kalau seandainya hartanya dishodaqahkan dengan niat untuk si mayit maka hal inilah yang disyari’atkan dan akan bermanfaat untuk si mayit daripada digunakan untuk menyewa seorang qari’. Dan wajib bagi para qari’ untuk mengembalikan harta yang telah diambilnya sebagai upah dari membaca Al Qur’an untuk si mayit karena hal ini termasuk makan harta orang lain dengan cara batil, wajib bagi mereka bertaqwa kepada Allah ta’ala dan mencari rizki tidak dengan cara yang diharamkan ini. Dan wajib bagi setiap muslim untuk tidak makan harta orang dengan cara-cara yang tidak disyari’atkan ini. Benar, bahwa membaca Al Qur’an termasuk amalan yang paling utama, barangsiapa yang membacanya satu huruf adalah satu kebaikan dan satu kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat, tapi hal ini bagi yang niatnya benar mengharapkan wajah Allah dan bukan tamak kepada dunia.

Menyewa para qari’ untuk membaca Al Qur’an untuk orang mati :

  1. Merupakan bid’ah, karena tidak pernah para salaf melakukannya
  2. Termasuk makan harta orang dengan cara batil, karena amalan qurbah dan ketaatan tidak boleh mengambil upah padanya dan Allahlah Yang Memberi taufiq. Dan membaca surat Al Ikhlas tiga kali tidak mencukupkan untuk dikatakan membaca Al Qur’an penuh

Sumber : http://almadinah.or.id/306-306.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: