Kenikmatan, Antara Orang Cerdas & Bodoh

Kenikmatan adalah sesuatu yang dicari oleh manusia, bahkan oleh setiap makhluk hidup. Kenikmatan ini secara asal tidaklah tercela.
Namun, kenikmatan menjadi tercela apabila ia menyebabkan hilangnya kenikmatan yang lebih besar dan lebih sempurna. Atau, ketika mendapatkannya mengakibatkan derita yang lebih besar daripada derita ketika tidak mendapatkannya.

Di sinilah, akan tampak perbedaan antara orang yang berakal cerdas dan orang yang bodoh. Ketika orang yang cerdas mengetahui perbedaan antara dua kenikmatan ini, ia paham betul bahwa keduanya ini tidak bisa dibandingkan. Ia akan sangat ringan untuk meninggalkan kenikmatan yang lebih rendah untuk mendapatkan yang paling mulia. Ia juga rela menanggung derita yang lebih ringan untuk menghindari derita yang sangat berat.

Apabila kaedah ini kita pahami, maka kenikmatan akhirat itu lebih besar dan kekal. Adapun kenikmatan dunia itu rendah dan begitu sebentar. Demikian pula derita akhirat dan derita dunia.

Ini semua kembalinya kepada keimanan dan keyakinan. Apabila keimanan menancap kuat, qalbu akan memilih kenikmatan yang lebih tinggi daripada yang lebih rendah. Dia sabar menanggung derita yang ringan untuk menghindari derita yang besar. [Farhan]

Referensi: Al Fawaid karya Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah.

[Sumber: majalah Tashfiyah edisi 05 vol.01 1432H-2011 hal.96]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: