Ingatlah Ketika Sembuh Dari Sakit…

Ingatlah Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Menyembuhkanmu

Oleh: Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan hafizhahullah

Semoga Allah menjagamu, saudaraku. Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikanmu kesembuhan, dan engkau mulai berangsur pulih dan sehat, seakan saya melihat dirimu terus mengucapkan syukur dan pujian kepada Allah.

Saudaraku, semoga Allah menjagamu dari segala hal yang tak diinginkan. Tidakkah engkau memperhatikan kelalaianmu -jika memang engkau telah berbuat lalai- dalam melaksanakan beberapa ketaatan, kemudian engkau memperbaikinya dengan menunaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberimu kesembuhan.

Saudaraku, semoga Allah menjadikan apa yang menimpamu sebagai penghapus kesalahan dan sebab yang meninggikan derajat kedudukanmu, berhati-hatilah dari tipu daya dan makar iblis. Kapan saja terbetik keinginanmu untuk bermaksiat, ingatlah keadaanmu ketika sedang sakit.

Apakah pantas engkau bermaksiat kepada Rabb yang telah menyembuhkanmu? Dan tentu engkau sudah mengetahui akibat perbuatan maksiat, baik di dunia ataupun di akhirat.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjagamu. Kalau engkau belum baik dalam melaksanakan shalat, maka bertekadlah untuk melaksanakannya secara berjama’ah. Kalau engkau sering lalai mengerjakan shalat fardhu secara umum, atau shalat shubuh secara khusus, maka bertekadlah -setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikanmu kesembuhan- untuk menjadi salah satu orang yang paling dulu datang ke masjid.

Kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui bahwa engkau senantiasa bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan, tentu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolongmu dan membuatmu senang mengerjakannya, kemudian menjadikanmu benci terhadap kemaksiatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-‘Ankabut: 69)

Dan juga sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan)mu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (Al-Hujurat: 7)

Introspeksilah dirimu terus menerus, dan peliharalah anggota tubuhmu dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan engkau gunakan telingamu kecuali untuk mendengar kebaikan. Jangan engkau gunakan penglihatanmu untuk melihat apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan peliharalah lidahmu dari ghibah, adu domba, dusta, dan segala perkataan yang tidak baik.

Kemudian jagalah hartamu dari perkara haram, dan jangan engkau lakukan sesuatu yang hukumnya tidak engkau ketahti, sampai engkau bertanya pada para ulama, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya:
“Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (Al-Anbiya’: 7)

Saudaraku, semoga Allah selalu menjagamu. Hindarilah perbuatan maksiat. Aku menasehati diriku sendiri pertama kali, kemudian aku menasehati dirimu, lebih-lebih setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikanmu kesembuhan, janganlah engkau menjadi orang yang melupakan karunia dan kebaikan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan.

Dan ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Ibrahim: 7)

Ingat pula sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Tidaklah Allah memberi suatu nikmat kepada seorang hamba, kemudian dia memuji Allah atas nikmat tersebut, melainkan pujiannya (kepada Allah) itu lebih utama daripada nikmat (yang telah ia terima). ” [HR. Ath-Thabrani dan selainnya dari Abu Umamah, Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir (5562)]

Dan di dalam riwayat lain dengan lafazh:

“Tidaklah seorang hamba diberi nikmat oleh Allah, lalu ia mengucapkan ‘alhamdulillah’ melainkan apa yang ia lakukan itu lebih utama dari nikmat yang dia ambil.” [HR. Ibnu Sunni dan selainnya dari Anas, Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (5563)]

Banyaklah bersyukur dan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ketahuilah bahwa salah satu bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan meninggalkan apa yang Dia larang. Kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga Dia selalu melimpahkan nikmat kesehatan kepada kita.

Saudaraku, semoga Allah menyembuhkanku, kuatkan semampumu -semoga Allah memberkahimu- keinginan untuk menjauhi segala perbuatan maksiat. Bukan maksudku bahwa menjauhi perbuatan maksiat ini hanya khusus dilakukan oleh orang yang sedang sakit. Tidak, tidak seperti itu. Setiap muslim harus meninggalkan segala maksiat. Akan tetapi ketika seorang dalam keadaan sakit, maka sepantasnya ia lebih menjauhkan diri dari maksiat tersebut.

Oleh karena itu, engkau mungkin melihat orang sakit yang meninggalkan shalat, tanpa udzur. Sementara yang lainnya lagi mendengarkan musik atau mendengarkan perbincangan yang tidak diperbolehkan, berupa ghibah. Maka jangan engkau kikir untuk memberikan nasehat kepada saudara-saudaramu. Dan ingatkanlah mereka bahwa mereka berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Disadur oleh Tim Naskah dari Laa Ba’sa Thohurun Insya Allah)

[Disalin dari majalah Asy-Syifa’ Edisi 04/1433/2012 hal.15-18)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: