Belajar Sabar Dari Anak Kecil

Berkata Fudhail Ibn Iyadh Rahimahulloh:
“Aku belajar sabar dari seorang Anak kecil”

Suatu ketika aku pergi ke masjid, dan aku melewati seorang ibu di rumahnya (yang sedang) memukuli anaknya (yang masih kecil), dalam keadaan anak itu berteriak membuka pintu dan lari (keluar dari rumahnya), maka sang ibunya pun menutupkan dia pintu…

Beliau (Imam Fudhail Rahimahullaahu) berkata, “Ketika aku pulang (dari masjid) aku menemukan anak itu, setelah sejenak menangis ia tertidur di ambang pintu rumahnya (diluar), merayu dan melunakkan hati ibunya, sehingga lunaklah hati si ibu, lalu dibukakanlah pintu rumahnya.

Al-Imam Fudhail menangis sampai basah jenggot beliau dengan air mata, dan mengatakan:

“Subhanalloh!! Sekiranya seorang hamba bersabar didepan pintu Allah, niscaya akan dibukakan pintu untuknya,

Berkata Abu darda Radliallahu’anhu,
“Bersungguh-sungguhlah dalam doa, karena sesungguhnya (mereka) yg sering mengetuk pintu akan dibukakan baginya.”

[Dinukil dari Kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 6/ 22 ]

Iklan

Keutamaan Ilmu Atas Harta

‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu itu akan menjagamu, sadangkan harta engkaulah yang menjaganya. Ilmu itu semakin berkembang dengan diinfakkan, sedangkan harta akan berkurang jika dinafkahkan. Ilmu adalah yang mengaturmu, sedangkan harta, engkau yang akan mengaturnya. Mencintai ilmu adalah agama yang seseorang itu beribadah dengannya. Baca lebih lanjut

Kesudahan Orang-Orang yang Mencela Para Shahabat

Penulis : Ustadz Ruwaifi, Lc

Diantara tanda-tanda keselamatan seseorang di dunia dan di akhirat, adalah kepekaannya untuk melihat dan mengintrospeksi diri sebelum melihat dan mengoreksi orang lain. Dia akan sangat mengerti tentang kapasitas dirinya sebelum diri orang lain, sehingga ketika mendengar sabda Rasulullah e : ” Janganlah mencela para shahabatku, Janganlah mencela para shahabatku! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya (Allah), kalaulah salah seorang dari kalian berinfaq emas sebesar Gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai infaq salah seorang dari mereka (para shahabat) yang hanya sebesar cakupan tangan atau setengahnya”. (HR. Al- Bukhari no. 3673 dan Muslim no. 2540, dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri) Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: